Membeli iPhone bekas masih menjadi pilihan populer bagi banyak orang di Indonesia yang ingin memiliki perangkat premium dengan harga yang lebih terjangkau. Namun, di balik daya tarik harga yang miring, terdapat risiko besar yang mengintai, terutama terkait dengan legalitas perangkat. Salah satu aspek paling krusial yang wajib diperiksa adalah nomor International Mobile Equipment Identity atau yang lebih dikenal sebagai IMEI.
Sejak pemerintah memberlakukan aturan pemblokiran ponsel ilegal, cek IMEI iPhone bekas menjadi langkah wajib yang tidak boleh dilewatkan. Tanpa IMEI yang terdaftar secara resmi, iPhone yang Anda beli berisiko kehilangan sinyal seluler secara permanen, sehingga fungsinya sebagai alat komunikasi akan sangat terbatas. Hal ini tentu akan merugikan Anda secara finansial dan fungsional.
Dalam panduan ini, kita akan membahas secara mendalam berbagai cara untuk memverifikasi keaslian dan legalitas IMEI pada iPhone bekas. Mulai dari pengecekan fisik, sistem internal, hingga validasi melalui pangkalan data resmi pemerintah. Dengan memahami langkah-langkah ini, Anda dapat bertransaksi dengan lebih tenang dan mendapatkan perangkat berkualitas yang aman digunakan untuk jangka panjang di tahun 2026.
Pentingnya Memeriksa IMEI Sebelum Membeli iPhone Bekas

Menghindari Perangkat Hasil Pencurian
Memeriksa nomor IMEI membantu Anda memastikan bahwa perangkat yang akan dibeli bukanlah barang hasil tindak kriminal. Apple memiliki sistem keamanan yang sangat ketat di mana pengguna dapat melaporkan nomor IMEI perangkat mereka jika hilang atau dicuri. Dengan melakukan pengecekan, Anda bisa melihat apakah status perangkat tersebut masuk dalam daftar hitam atau tidak.
Jika Anda tidak sengaja membeli iPhone dengan IMEI yang bermasalah, ada kemungkinan perangkat tersebut akan dikunci dari jarak jauh oleh pemilik aslinya. Hal ini akan membuat iPhone tidak bisa digunakan sama sekali dan Anda akan kehilangan uang yang telah dibayarkan kepada penjual yang tidak bertanggung jawab.
Menjamin Keamanan Sinyal Seluler
Di Indonesia, regulasi mengenai IMEI sangat ketat untuk menekan peredaran ponsel pasar gelap atau black market. Perangkat yang IMEI-nya tidak terdaftar di database pemerintah akan mengalami pemblokiran sinyal oleh operator seluler. Artinya, Anda tidak akan bisa menggunakan kartu SIM Indonesia untuk menelepon, mengirim pesan, atau menggunakan data internet seluler.
Banyak penjual iPhone bekas menawarkan harga murah namun dengan status sinyal yang tidak terjamin. Dengan melakukan cek IMEI iPhone bekas secara teliti, Anda memastikan bahwa perangkat tersebut masuk secara resmi dan pajaknya telah dibayarkan, sehingga sinyal seluler akan tetap aktif selamanya tanpa perlu khawatir terkena blokir.
Memastikan Keaslian Produk
Nomor IMEI adalah identitas unik yang melekat pada setiap unit iPhone yang diproduksi oleh Apple. Dengan memverifikasi nomor ini, Anda bisa mengetahui apakah spesifikasi internal mesin sesuai dengan fisik perangkat yang Anda pegang. Seringkali, iPhone rekondisi menggunakan cangkang luar yang tampak baru namun mesin di dalamnya sudah diganti dengan komponen non-original.
Melalui pengecekan IMEI, Anda dapat mencocokkan model, warna, dan kapasitas penyimpanan yang terdaftar di sistem Apple dengan kondisi fisik barang. Jika terdapat ketidaksesuaian, maka patut dicurigai bahwa iPhone tersebut telah dimodifikasi atau merupakan barang tiruan yang sangat mirip dengan aslinya.
Cara Menemukan Nomor IMEI di Perangkat iPhone

Cek Melalui Menu Pengaturan
Cara paling mudah dan akurat untuk menemukan nomor IMEI adalah melalui menu pengaturan internal perangkat. Anda cukup membuka aplikasi Settings, pilih menu General, lalu ketuk bagian About. Di dalam menu tersebut, gulir ke bawah hingga Anda menemukan kolom bertuliskan IMEI yang terdiri dari 15 digit angka unik.
Keunggulan mengecek melalui pengaturan adalah data ini diambil langsung dari logic board atau mesin utama iPhone. Jika penjual tidak mengizinkan Anda masuk ke menu pengaturan untuk mengecek IMEI, sebaiknya Anda waspada karena ada kemungkinan ada sesuatu yang disembunyikan terkait identitas perangkat tersebut.
Menggunakan Kode Dial Cepat
Selain melalui menu pengaturan, Anda juga bisa menggunakan kode rahasia yang berlaku secara universal untuk semua jenis telepon seluler. Caranya sangat sederhana, buka aplikasi Phone atau Telepon, lalu tekan kode *#06#. Secara otomatis, layar iPhone akan menampilkan informasi IMEI dan nomor seri perangkat tanpa perlu menekan tombol panggil.
Metode ini sangat berguna jika Anda ingin melakukan pengecekan dengan cepat saat sedang melakukan Cash on Delivery (COD) dengan penjual. Pastikan angka yang muncul di layar sama persis dengan angka yang tertera di bagian lain perangkat agar konsistensi data tetap terjaga.
Melihat Fisik Slot Kartu SIM
Pada model iPhone tertentu, nomor IMEI juga diukir dengan sangat kecil pada wadah atau tray kartu SIM. Anda bisa menggunakan SIM ejector untuk mengeluarkan slot kartu SIM dan melihat angka yang tertera di sana. Namun, perlu diingat bahwa cara ini memerlukan ketelitian mata yang baik karena tulisannya sangat halus.
Mengecek IMEI pada slot SIM juga berfungsi sebagai validasi tambahan. Jika nomor pada slot SIM berbeda dengan nomor yang muncul di layar pengaturan, ada kemungkinan slot SIM tersebut telah tertukar atau perangkat pernah mengalami pergantian komponen fisik dari unit lain.
Cek Melalui Bagian Belakang Perangkat
Untuk model iPhone lama seperti iPhone 6 atau yang lebih lama lagi, nomor IMEI biasanya dicantumkan langsung pada bagian casing belakang perangkat. Meskipun pada model terbaru Apple sudah tidak lagi mencantumkan IMEI di casing belakang, informasi ini tetap relevan jika Anda mencari iPhone bekas seri klasik untuk koleksi atau penggunaan ringan.
Pastikan tulisan di bagian belakang casing masih terlihat jelas dan tidak tampak seperti hasil ukiran manual yang kasar. Casing original Apple memiliki kualitas grafis dan ukiran yang sangat presisi dan halus, sehingga sulit untuk dipalsukan oleh produsen casing pihak ketiga.
Verifikasi IMEI Melalui Situs Resmi Apple

Mengunjungi Laman Check Coverage
Setelah mendapatkan nomor IMEI, langkah selanjutnya adalah melakukan verifikasi melalui situs resmi Apple yang bernama Check Coverage. Anda hanya perlu memasukkan nomor IMEI atau nomor seri perangkat ke dalam kolom yang disediakan, lalu masukkan kode keamanan yang muncul di layar untuk melihat status perangkat tersebut.
Situs ini akan memberikan informasi valid apakah perangkat tersebut memang produk asli Apple. Jika sistem Apple menyatakan bahwa nomor IMEI tidak valid, maka dapat dipastikan bahwa iPhone bekas yang Anda periksa adalah barang palsu atau replika yang tidak terdaftar dalam basis data pabrikan.
Memahami Status Garansi Perangkat
Melalui situs Check Coverage, Anda juga bisa melihat sisa masa garansi perangkat jika memang masih berlaku. Untuk iPhone bekas, biasanya statusnya akan tertulis “Expired” jika umurnya sudah lebih dari satu tahun. Namun, informasi ini tetap penting untuk mengetahui kapan perangkat tersebut pertama kali diaktifkan oleh pemilik pertamanya.
Jika status garansi menunjukkan bahwa perangkat belum pernah diaktifkan (unactivated), padahal Anda membelinya dalam kondisi bekas, maka ada kemungkinan terjadi manipulasi data pada nomor seri tersebut. Informasi ini membantu Anda menilai seberapa lama perangkat telah digunakan oleh pemilik sebelumnya.
Melihat Tanggal Pembelian Valid
Apple juga menyediakan informasi mengenai “Valid Purchase Date”. Status ini menunjukkan bahwa Apple mengakui transaksi pembelian perangkat tersebut sebagai transaksi yang sah dari toko resmi atau distributor yang bekerja sama dengan mereka. Hal ini memberikan lapisan keamanan tambahan bahwa perangkat bukan merupakan barang gelap.
Jika tanggal pembelian tidak valid atau tidak ditemukan, Anda mungkin akan kesulitan mendapatkan layanan servis resmi di Apple Authorised Service Provider. Oleh karena itu, pastikan status ini tercentang hijau saat Anda melakukan cek IMEI iPhone bekas di situs resmi Apple.
Mengecek Status Pendaftaran IMEI di Database Kemenperin
Pentingnya Regulasi IMEI di Indonesia
Sejak tahun 2020, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah mengimplementasikan sistem identifikasi IMEI untuk semua perangkat seluler. Tujuan utamanya adalah untuk melindungi industri dalam negeri dan memastikan semua perangkat yang masuk ke Indonesia telah membayar pajak impor sesuai ketentuan yang berlaku.
iPhone yang masuk secara resmi melalui distributor seperti iBox atau Digimap secara otomatis akan terdaftar di database Kemenperin. Sebaliknya, iPhone yang dibawa dari luar negeri secara pribadi harus didaftarkan melalui Bea Cukai agar IMEI-nya aktif dan bisa menggunakan jaringan operator seluler lokal di Indonesia.
Cara Akses Situs Kemenperin
Untuk mengecek status pendaftaran, Anda bisa mengunjungi situs imei.kemenperin.go.id melalui peramban di ponsel atau komputer. Masukkan 15 digit nomor IMEI yang sudah Anda dapatkan sebelumnya ke dalam kolom pencarian. Proses ini biasanya hanya memakan waktu beberapa detik saja untuk menampilkan hasilnya.
Pastikan Anda memiliki koneksi internet yang stabil saat mengakses situs ini. Kadang-kadang situs Kemenperin mengalami kendala teknis karena banyaknya permintaan akses, jadi jika tidak berhasil pada percobaan pertama, cobalah untuk menyegarkan halaman atau menunggu beberapa saat sebelum mencoba lagi.
Membaca Hasil Pencarian Data
Jika iPhone tersebut resmi dan terdaftar, layar akan menampilkan pesan bertuliskan “IMEI terdaftar di database Kemenperin”. Ini adalah kabar baik karena artinya iPhone tersebut aman dari pemblokiran sinyal. Anda bisa menggunakan kartu SIM dari operator manapun seperti Telkomsel, XL, atau Indosat tanpa kendala.
Namun, jika muncul pesan “IMEI tidak terdaftar di database Kemenperin”, Anda harus sangat waspada. Perangkat tersebut kemungkinan besar adalah barang inter atau internasional yang masuk tanpa melalui jalur resmi. Menggunakan perangkat seperti ini berisiko tinggi mengalami kehilangan sinyal secara tiba-tiba di masa mendatang.
Membedakan iPhone Resmi Indonesia dan iPhone Internasional
Mengenal Kode Negara iPhone
Salah satu cara untuk membedakan asal-usul iPhone bekas adalah dengan melihat kode modelnya. Anda bisa menemukan kode ini di menu Settings > General > About pada kolom Model Number. iPhone resmi Indonesia biasanya memiliki kode akhiran PA/A (iBox), ID/A (Digimap), atau FE/A (Eraphone).
Jika kode model berakhiran LL/A (Amerika Serikat), J/A (Jepang), atau KH/A (Korea Selatan), maka itu adalah iPhone internasional. Meskipun secara fungsi sama, status pendaftaran IMEI untuk unit internasional ini sangat bergantung pada apakah pemilik sebelumnya sudah mendaftarkannya secara resmi di Bea Cukai atau belum.
Perbedaan Garansi iBox dan Global
iPhone dengan garansi resmi Indonesia (iBox/Digimap) memberikan kemudahan dalam klaim garansi atau perbaikan di pusat servis resmi di seluruh Indonesia. Anda tidak perlu menyertakan dokumen impor karena data IMEI sudah tersinkronisasi dengan sistem servis lokal. Ini menjadi nilai tambah yang membuat harga iPhone bekas resmi Indonesia biasanya lebih tinggi.
Sebaliknya, iPhone garansi global atau internasional seringkali ditolak oleh pusat servis resmi Indonesia jika tidak memiliki bukti pendaftaran IMEI dan pajak yang sah. Pemilik iPhone internasional seringkali harus mengandalkan garansi toko atau membawa perangkatnya ke luar negeri untuk mendapatkan perbaikan resmi dari Apple.
Pengaruh Terhadap Harga Jual Kembali
Status IMEI dan asal-usul perangkat sangat mempengaruhi harga jual kembali atau resale value. iPhone bekas dengan IMEI yang terdaftar resmi di Kemenperin cenderung memiliki harga yang lebih stabil dan lebih mudah dijual kembali. Pembeli biasanya lebih berani membayar mahal untuk kepastian sinyal dan legalitas.
Di sisi lain, iPhone internasional dengan status IMEI yang “hanya bisa Smartfren” atau “sinyal sementara” biasanya dijual dengan harga yang sangat jauh di bawah harga pasar. Meskipun menggiurkan, risiko yang Anda tanggung sangat besar karena sewaktu-waktu perangkat tersebut bisa menjadi tidak berguna untuk komunikasi seluler.
Risiko Menggunakan iPhone dengan IMEI Tidak Terdaftar
Pemblokiran Jaringan Seluler Permanen
Risiko utama dan yang paling sering terjadi adalah pemblokiran jaringan. Sistem CEIR (Central Equipment Identity Register) yang dikelola pemerintah secara otomatis akan memutus akses jaringan pada perangkat yang IMEI-nya terdeteksi ilegal. Anda tidak akan bisa melakukan panggilan, SMS, atau menggunakan paket data meskipun sudah mengganti kartu SIM berkali-kali.
Banyak pengguna yang mencoba mengakali hal ini dengan menggunakan jasa “unblock IMEI” yang banyak ditawarkan di media sosial. Namun, jasa seperti ini biasanya bersifat ilegal dan tidak permanen. Sinyal mungkin akan kembali aktif untuk sementara, namun akan terblokir lagi saat sistem melakukan pembersihan data secara rutin.
Kesulitan Saat Update Software
Beberapa pengguna melaporkan bahwa iPhone dengan IMEI yang bermasalah atau hasil modifikasi ilegal sering mengalami kendala saat melakukan pembaruan sistem operasi iOS. Meskipun Apple tidak secara langsung memblokir update berdasarkan status IMEI di satu negara, namun integritas sistem yang sudah terganggu bisa menyebabkan kegagalan instalasi.
Selain itu, jika perangkat tersebut ternyata merupakan hasil bypass atau pembukaan kunci paksa, melakukan update iOS atau melakukan reset pabrik akan membuat perangkat terkunci kembali. Ini akan sangat menyulitkan Anda karena harus mengeluarkan biaya tambahan untuk memperbaikinya kembali ke kondisi semula.
Nilai Jual yang Turun Drastis
Menggunakan iPhone dengan IMEI tidak terdaftar sama saja dengan memegang aset yang nilainya terus merosot tajam. Jika suatu saat Anda ingin mengganti ponsel dan menjual iPhone tersebut, calon pembeli pasti akan melakukan cek IMEI iPhone bekas dan menemukan statusnya yang tidak resmi. Hal ini akan membuat harga tawar jatuh sangat rendah.
Bahkan, banyak toko ponsel bekas yang menolak untuk menerima tukar tambah (trade-in) untuk unit yang IMEI-nya tidak terdaftar di Kemenperin. Mereka tidak ingin menanggung risiko menyimpan stok barang yang berpotensi tidak laku atau bermasalah secara hukum di kemudian hari.
Cara Mengetahui iPhone Bekas Rekondisi atau Refurbished
Cek Huruf Pertama Model Number
Apple memiliki sistem penamaan model yang sangat informatif untuk mengetahui status awal perangkat. Di menu Settings > General > About, perhatikan huruf pertama pada Model Number. Jika dimulai dengan huruf M, berarti perangkat tersebut dibeli baru secara retail. Jika dimulai dengan huruf F, berarti itu adalah perangkat refurbished resmi dari Apple.
Jika dimulai dengan huruf N, berarti itu adalah perangkat pengganti (replacement) yang diberikan Apple melalui klaim garansi. Sementara jika dimulai dengan huruf P, itu adalah perangkat yang dipersonalisasi dengan ukiran nama. Mengetahui kode ini sangat penting agar Anda tidak tertipu oleh penjual yang mengaku menjual barang baru padahal sebenarnya adalah barang rekondisi.
Memeriksa Kualitas Layar dan Bodi
iPhone rekondisi pihak ketiga (bukan resmi Apple) seringkali menggunakan komponen layar atau bodi berkualitas rendah. Anda bisa mengecek keaslian layar dengan mengaktifkan fitur True Tone di pengaturan tampilan. Jika fitur True Tone tidak muncul, kemungkinan besar layar sudah pernah diganti dengan komponen non-original atau layar kualitas KW.
Perhatikan juga sela-sela antara layar dan bodi. iPhone original memiliki tingkat presisi yang sangat tinggi tanpa ada celah yang tidak rata. Jika Anda melihat ada bekas lem atau posisi layar yang sedikit menonjol, besar kemungkinan iPhone bekas tersebut sudah pernah dibongkar dan diperbaiki secara tidak standar.
Mencocokkan IMEI Box dengan Mesin
Saat membeli iPhone bekas yang dilengkapi dengan kotak (fullset), jangan lupa untuk mencocokkan nomor IMEI yang tertera di stiker kotak dengan yang ada di sistem ponsel. iPhone yang original dan bukan hasil oplosan pasti memiliki nomor IMEI yang identik antara mesin, slot SIM, dan kotak penjualannya.
Jika nomor IMEI di kotak berbeda dengan di mesin, penjual mungkin menggunakan kotak dari unit lain untuk meningkatkan nilai jual. Hal ini patut diwaspadai karena menunjukkan ketidakkonsistenan data perangkat yang Anda beli. Pastikan semua identitas fisik dan sistem selaras sebelum Anda menyerahkan uang pembayaran.
Langkah Tambahan Saat Membeli iPhone Bekas
Cek Kesehatan Baterai (Battery Health)
Kesehatan baterai adalah salah satu indikator utama seberapa intens perangkat tersebut telah digunakan. Anda bisa mengeceknya di Settings > Battery > Battery Health & Charging. Untuk iPhone bekas, angka di atas 85% masih dianggap sangat baik. Jika angka sudah di bawah 80%, biasanya sistem akan menyarankan servis baterai.
Waspadalah jika Anda menemukan iPhone bekas berumur 2-3 tahun namun Battery Health masih 100%. Ada kemungkinan baterai tersebut sudah diganti dengan baterai pihak ketiga atau datanya telah dimodifikasi menggunakan alat khusus agar terlihat sempurna. Baterai yang tidak original seringkali cepat panas dan tidak stabil.
Uji Fungsi Sensor dan Kamera
Pastikan semua sensor biometrik seperti Face ID atau Touch ID berfungsi dengan sempurna. Sensor ini sangat sulit dan mahal untuk diperbaiki jika rusak, karena terikat secara unik dengan mesin utama. Cobalah untuk mendaftarkan wajah atau sidik jari Anda berulang kali untuk memastikan responsivitasnya tetap tajam.
Selain itu, tes semua kamera mulai dari lensa utama, ultra-wide, hingga kamera depan. Periksa apakah ada debu di dalam lensa atau bintik hitam (sensor spot) saat memotret latar belakang putih. Jangan lupa untuk mencoba fitur autofokus dan perekaman video untuk memastikan mikrofon dan stabilisasi gambar bekerja dengan baik.
Memastikan iCloud Sudah Logout
Ini adalah langkah yang paling kritikal selain cek IMEI iPhone bekas. Pastikan pemilik sebelumnya sudah keluar (sign out) dari akun iCloud dan mematikan fitur Find My iPhone. Jika perangkat masih terikat dengan akun orang lain, Anda tidak akan bisa melakukan reset atau mengaktifkan perangkat tersebut dengan akun Anda sendiri.
Perangkat yang masih terkunci iCloud sering disebut sebagai barang “bypass” atau barang curian. Mintalah penjual untuk melakukan reset pabrik (Erase All Content and Settings) di depan mata Anda. Jika setelah reset perangkat meminta email dan kata sandi pemilik lama, jangan lanjutkan transaksi tersebut karena perangkat tersebut akan menjadi barang rongsokan yang tidak bisa digunakan.
Tips Aman Transaksi iPhone Bekas Online dan Offline
Gunakan Metode COD untuk Pengecekan Langsung
Melakukan pertemuan langsung atau Cash on Delivery (COD) adalah cara terbaik saat membeli iPhone bekas. Dengan bertemu langsung, Anda memiliki waktu yang cukup untuk melakukan pengecekan fisik, mencoba semua fitur, dan tentu saja melakukan cek IMEI iPhone bekas secara teliti di situs Kemenperin maupun situs Apple.
Pilihlah tempat pertemuan yang ramai dan aman, seperti di dalam mal atau kafe. Jangan ragu untuk membawa teman yang lebih paham mengenai gadget untuk membantu Anda melakukan pengecekan. Jangan terburu-buru dalam memeriksa, karena kesalahan kecil dalam pengecekan bisa berakibat penyesalan di kemudian hari.
Pilih Marketplace dengan Rekening Bersama
Jika Anda terpaksa membeli secara online karena lokasi penjual yang jauh, pastikan Anda menggunakan platform marketplace terpercaya yang menyediakan sistem rekening bersama. Sistem ini akan menahan uang Anda sampai Anda menerima barang dan mengonfirmasi bahwa unit yang dikirim sesuai dengan deskripsi penjual.
Jangan pernah melakukan transfer langsung ke rekening pribadi penjual, apa pun alasannya. Banyak modus penipuan yang menawarkan harga iPhone sangat murah namun meminta pembayaran di luar sistem marketplace. Selalu baca ulasan toko dan pastikan penjual memiliki reputasi yang baik dalam menjual produk Apple bekas.
Mintalah Garansi Personal dari Penjual
Meskipun iPhone bekas mungkin sudah tidak memiliki garansi resmi, penjual yang jujur biasanya berani memberikan garansi personal selama 3 hingga 7 hari. Garansi ini sangat berguna untuk menguji performa baterai dan kestabilan sinyal dalam penggunaan sehari-hari yang tidak bisa terdeteksi hanya dalam waktu singkat saat COD.
Pastikan syarat dan ketentuan garansi personal tersebut jelas, misalnya garansi tidak berlaku jika kerusakan disebabkan oleh kesalahan pengguna seperti jatuh atau terkena air. Simpan bukti percakapan atau mintalah nota pembelian sederhana sebagai tanda bukti jika suatu saat terjadi kendala pada unit yang Anda beli.
Kesimpulan
Melakukan cek IMEI iPhone bekas adalah langkah krusial yang tidak boleh disepelekan oleh siapa pun yang berencana membeli ponsel Apple dalam kondisi second. Di tengah maraknya peredaran iPhone ilegal dan pemblokiran sinyal oleh pemerintah, memastikan nomor IMEI terdaftar di database Kemenperin merupakan jaminan bahwa perangkat Anda akan tetap berfungsi normal sebagai alat komunikasi seluler di Indonesia.
Selain masalah sinyal, pengecekan IMEI juga berfungsi sebagai gerbang awal untuk memverifikasi keaslian perangkat, masa garansi, dan sejarah unit tersebut. Dengan menggabungkan pengecekan sistem, fisik, dan legalitas, Anda dapat meminimalisir risiko tertipu oleh oknum penjual yang menawarkan barang rekondisi atau barang hasil tindak kriminal. Ketelitian Anda adalah kunci utama untuk mendapatkan iPhone berkualitas dengan harga yang pantas.
Semoga panduan lengkap ini dapat membantu Anda dalam menemukan iPhone bekas impian di tahun 2026. Ingatlah untuk selalu memprioritaskan keamanan dan legalitas di atas sekadar harga murah. Dengan mengikuti langkah-langkah yang telah dijelaskan, Anda kini siap untuk bertransaksi dengan lebih cerdas dan aman di pasar gadget bekas.
FAQ
iPhone tersebut masih bisa digunakan untuk fungsi dasar seperti mengambil foto, bermain game tanpa koneksi internet, atau menggunakan Wi-Fi. Namun, fungsi seluler seperti telepon, SMS, dan data internet dari kartu SIM akan terblokir secara permanen oleh operator seluler di Indonesia.
Hal ini berarti iPhone tersebut adalah produk asli Apple namun masuk ke Indonesia melalui jalur tidak resmi (black market) atau dibawa dari luar negeri tanpa membayar pajak dan pendaftaran IMEI di Bea Cukai. Risikonya, sinyal seluler perangkat tersebut tetap berpotensi terkena blokir oleh sistem CEIR pemerintah.
Satu-satunya cara legal dan permanen adalah dengan mendaftarkannya melalui Bea Cukai saat baru tiba dari luar negeri dan membayar pajak sesuai ketentuan. Jasa "unblock IMEI" yang banyak beredar di internet umumnya bersifat sementara dan ilegal, sehingga sangat tidak disarankan untuk digunakan.
Tidak, pengecekan IMEI baik melalui sistem internal iPhone, situs resmi Apple (Check Coverage), maupun situs resmi Kemenperin adalah layanan gratis yang disediakan untuk publik. Anda hanya memerlukan koneksi internet untuk mengakses situs-situs tersebut.
Secara teknis, nomor IMEI tertanam pada logic board dan sangat sulit diubah. Namun, oknum tertentu bisa menggunakan teknik software untuk menampilkan nomor IMEI palsu di layar. Oleh karena itu, penting untuk selalu mencocokkan IMEI di layar dengan IMEI yang tertera di slot SIM atau melakukan reset pabrik untuk melihat data aslinya.







